Perajin Tahu Kulon Progo Sesuaikan Ukuran Atasi Kenaikan Harga

[original_title]

Jackiecilley.com – Perajin Tahu Nunggal Roso di Kalurahan Tuksono, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menghadapi tantangan akibat kenaikan harga kedelai yang kini menyentuh angka Rp10.800 hingga Rp11.000 per kilogram. Dalam upaya mempertahankan usaha, perajin melakukan penyesuaian ukuran tahu menjadi lebih ekonomis untuk menghindari kenaikan harga yang dapat mengecewakan pelanggan.

Wakil Ketua Tahu Nunggal Roso, Mubari, menjelaskan bahwa fluktuasi harga kedelai yang meningkat memberikan dampak signifikan terhadap usaha mereka. “Kami memilih untuk mengurangi beberapa milimeter ukuran tahu daripada menaikkan harga, demi kepuasan konsumen di Yogyakarta dan sekitarnya,” ungkapnya. Strategi ini dianggap lebih diterima oleh masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional.

Selain perubahan ukuran, perajin juga melakukan efisiensi dalam proses produksi dengan memperketat pengawasan untuk menekan angka cacat produksi. Mubari menegaskan bahwa kedelai merupakan bahan baku utama yang mencapai 60-70 persen dari total biaya produksi, sehingga tekanan biaya operasional menjadi hal yang perlu dicermati, mengingat harga jual tahu tidak bisa sembarangan dinaikkan tanpa risiko kehilangan pelanggan.

Dalam menghadapi masalah ini, perajin juga mengelola arus kas dengan ketat dan memanfaatkan produk sampingan. Mereka menjual ampas tahu sebagai pakan ternak atau mengolahnya menjadi tempe gembus untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Komitmen terhadap kualitas tetap dijaga meskipun ukuran tahu disesuaikan, karena kepercayaan pelanggan dianggap sebagai modal utama.

Mubari juga berharap adanya dukungan dari pemerintah untuk menstabilkan harga kedelai di tingkat lokal. “Subsidi atau jalur distribusi yang lebih pendek akan membantu perajin seperti kami untuk tetap menyediakan sumber protein terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga  Jadwal Pertandingan ACL II: Persib Kunjungi Ratchaburi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *