Nissan Belajar dari Tiongkok untuk Percepatan Pengembangan Kendaraan

[original_title]

Jackiecilley.com – Nissan Motor Co. telah merilis inovasi signifikan dalam pengembangan kendaraan dengan berhasil memangkas siklus waktu dari 55 bulan menjadi hanya 26 bulan. Transformasi ini merupakan bagian dari upaya Nissan untuk lebih efisien dengan mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI), yang sebelumnya diterapkan oleh produsen otomotif dari Tiongkok.

Menurut Presiden Nissan, Ivan Espinosa, metode pengembangan ini telah diuji pada model terbaru Skyline yang dijadwalkan diluncurkan pada musim dingin 2026. Dengan penerapan strategi ini, perusahaan menargetkan agar sekitar 90 persen proyek pengembangan kendaraan yang akan dilakukan selama tahun fiskal 2026 dapat memanfaatkan pendekatan ini.

Pengalaman Nissan di pasar Tiongkok, melalui kolaborasi dengan Dongfeng Motor, menjadi pendorong penting dalam transformasi ini. Misalnya, sedan listrik Nissan N7 berhasil dikembangkan dalam waktu dua tahun, menunjukkan kecepatan yang jauh lebih baik dibandingkan siklus konvensional.

Untuk mempersingkat siklus pengembangan, AI diintegrasikan di setiap tahap, mulai dari desain hingga produksi massal. Dalam tahap desain, teknologi ini membantu menghasilkan berbagai alternatif desain yang lebih optimal, sementara pada pengujian, simulasi virtual menggantikan lebih dari 60 persen pengujian fisik. Ini memungkinkan evaluasi keselamatan dan ketahanan kendaraan menjadi lebih cepat.

Selain itu, penggunaan analitik prediktif di sektor rantai pasok membantu meminimalkan risiko komponen dan memastikan kelancaran transisi dari riset ke produksi massal. Dengan langkah-langkah ini, Nissan berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kemampuan respons terhadap dinamika pasar.

Baca Juga  Harga Pertamax Kini Rp16.250 per Liter Terbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *