Mirae Asset: BEI Butuh Keputusan Terkait Saham HSC

[original_title]

Jackiecilley.com – Keputusan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengeluarkan saham-saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) dianggap perlu oleh Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto. Pada saat ini, terdapat 80 saham HSC yang terdaftar dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang memiliki bobot sebesar 18 persen dari total IHSG.

Dalam acara Media Day yang berlangsung secara virtual di Jakarta pada Selasa, Rully menyatakan bahwa langkah ini adalah tindakan jangka pendek yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pasar. Mengeluarkan saham-saham HSC bukan berarti saham-saham tersebut dihapus dari pencatatan BEI, melainkan hanya memisahkan dampak pergerakan harga saham-saham tersebut dari IHSG. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan gambaran yang lebih realistis mengenai pergerakan IHSG karena adanya risiko yang terkait dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi.

Rully juga menekankan bahwa saham-saham HSC dapat berisiko tinggi, di mana konsentrasi kepemilikan dapat mengakibatkan manipulasi harga saham. Ia menambahkan, BEI perlu mendorong penyebaran kepemilikan saham untuk mencegah manipulasi pasar yang berpotensi merugikan investor.

Meskipun saham-saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi tidak selalu mencerminkan kualitas perusahaan yang buruk, Rully memperingatkan bahwa situasi ini tetap menjadi perhatian bagi Morgan Stanley Capital International (MSCI). Dengan langkah ini, diharapkan pasar saham Indonesia dapat beroperasi dengan lebih sehat dan terhindar dari praktik perdagangan yang merugikan.

Baca Juga  Sinar Mas Land Sediakan Beasiswa Rp1,2 M untuk Monash University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *