Mensos: Sanggah Jika Temukan Data Keliru di DTSEN

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak masyarakat untuk aktif melakukan sanggahan jika menemukan kesalahan dalam data mereka yang tercatat di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hal ini disampaikan oleh Saifullah saat mengonfirmasi adanya dugaan ketidaksesuaian data, di mana seorang warga miskin di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, terdaftar memiliki aset hingga Rp1 miliar.

Dalam penjelasannya, Saifullah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memperbaiki data DTSEN. Warga diminta untuk melaporkan data yang dianggap tidak akurat melalui portal resmi Badan Pusat Statistik (BPS) atau menggunakan aplikasi Cek Bansos dari Kementerian Sosial. “Sanggahan dapat diajukan melalui call center atau aplikasi yang telah disediakan,” ujar Saifullah.

Kendala dalam keakuratan data, menurutnya, sering kali disebabkan oleh penyalahgunaan identitas penerima bantuan sosial. Kasus yang mencolok adalah penggunaan KTP oleh pihak lain untuk membeli aset tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Hal ini menambah kompleksitas dalam penyaluran bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kasus viral dari Kampung Bali menunjukkan bahwa walaupun terdaftar sebagai kelompok masyarakat mampu, faktanya, warga tersebut tinggal di kontrakan kecil dan berpenghasilan terbatas. Kendati demikian, Saifullah menyatakan bahwa upaya untuk memperbaiki DTSEN terus dilakukan, dan partisipasi masyarakat sangat diharapkan untuk mewujudkan data yang lebih akurat dan transparan di masa mendatang. Ini menjadi langkah penting dalam pemerataan bantuan sosial yang tepat sasaran.

Baca Juga  Kanada dan Bosnia Berbagi Poin 1-1 di Piala Dunia 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *