Menko Pangan Tekankan Pentingnya Pendekatan “Stick and Carrot” dalam Pengelolaan Sampah

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya penerapan pendekatan “stick and carrot” dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Konsep ini mencakup penegakan hukum melalui denda atau sanksi sosial serta pemberian insentif untuk mendorong masyarakat lebih aktif dalam memilah dan mengelola sampah.

Dalam sambutannya pada kegiatan Apel Siaga Jaga Jakarta Pilah Sampah di Monumen Nasional, Jakarta, Zulkifli menyatakan bahwa praktik open dumping harus dihentikan. Menurutnya, tumpukan sampah dapat merusak lingkungan dan mengakibatkan polusi udara, bahkan mikroplastik yang terlepas dapat menjadi pemicu kanker. “Jika open dumping masih terjadi, pasti akan ada penalti berdasarkan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.

Zulkifli juga mengungkapkan bahwa beberapa daerah di Indonesia sedang siap meluncurkan mesin insinerator sampah, dengan harapan implementasi ini dapat dilakukan di perkantoran dan rumah tangga. Sebagai langkah untuk mengatasi krisis sampah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menambahkan bahwa Jakarta akan memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di beberapa lokasi, termasuk Bantar Gebang dan Sunter, sesuai dengan Peraturan Presiden tentang pengembangan energi terbarukan.

Pramono juga optimis bahwa pengelolaan sampah yang mencapai 9.000 ton per hari di Jakarta dapat ditangani lebih baik tahun depan. Ia menargetkan, pada tahun 2029, pengambilan sampah dari Bantar Gebang, yang saat ini menyimpan 55 juta ton sampah dengan ketinggian 60 meter, bisa dilakukan secara efektif. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dari sampah dan mendukung kelestarian lingkungan.

Baca Juga  Yin Tongyue Targetkan Chery Setara Toyota dan Apple

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *