Menbud Minta BPS Teliti Dampak Ekonomi Musik di Indonesia

Jackiecilley.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyerukan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk melakukan pencatatan kontribusi sektor budaya, khususnya di bidang musik, sebagai pendorong ekonomi nasional. Hal ini diungkapkan Fadli Zon dalam pembukaan Konferensi Musik Indonesia di Makassar pada hari Selasa.

Dalam konferensi tersebut, Fadli mengacu pada laporan Global Music Report 2026 yang mencatat bahwa pendapatan industri rekaman musik global diperkirakan mencapai 31,7 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 6,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa 69,6 persen dari pendapatan tersebut berasal dari layanan streaming, dengan lebih dari 837 juta pengguna berlangganan di seluruh dunia.

Pertumbuhan industri musik di Asia, yang mencapai 10,9 persen pada tahun 2025, mencerminkan transformasi digital sebagai salah satu faktor utama dalam perkembangan ini. Fadli menekankan bahwa Indonesia juga menunjukkan tren positif; data Spotify menunjukkan karya musisi Indonesia didengar sebanyak lebih dari 6,3 miliar kali sepanjang 2025. Royalti yang diterima oleh musisi Indonesia dari platform tersebut meningkat lebih dari 16 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan sekitar 60 persen pendengar berasal dari negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang.

Lebih lanjut, Fadli meminta BPS untuk memetakan proporsi statistik ekonomi budaya, terutama di sektor musik, sebagai bagian dari kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Pengakuan ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi musik Indonesia di pasar internasional. Melalui langkah ini, ia menginginkan sektor musik terkoneksi lebih baik dengan ekonomi nasional, mengoptimalkan potensi yang ada.

Baca Juga  Wali Mengguncang Synchronize Fest Day 2 dengan Aksi Solawat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *