MCP Soroti Fungsi Alat Berat untuk Akselerasi Proyek Energi Sampah

[original_title]

Jackiecilley.com – Industri alat konstruksi PT Multicrane Perkasa (MCP) menegaskan pentingnya alat berat dalam proyek waste to energy (WtE) yang sedang digalakkan pemerintah. Dalam pernyataannya di Jakarta pada Rabu, Presiden Direktur MCP, Adrianus Hadiwinata, menjelaskan bahwa dengan meningkatnya jumlah sampah nasional yang sudah mencapai ratusan ribu ton per hari, pengembangan WtE menjadi solusi yang semakin mendesak.

Pemerintah melalui berbagai inisiatif saat ini mendorong pembangunan WtE dan Refuse Derived Fuel (RDF). Menurut Adrianus, proyek WtE tidak hanya bergantung pada teknologi pembangkit, tetapi juga pada kesiapan sistem operasional di lapangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah berkelanjutan sangat tergantung pada dukungan alat berat dan kelancaran sistem penanganan limbah.

MCP saat ini mendukung proyek WtE di Sukabumi, Jawa Barat, dengan menerapkan sistem berbasis crane yang lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Adrianus menyebut bahwa penggunaan Hiab 19000 sebagai electric waste feeder dapat meningkatkan stabilitas aliran limbah dan menekan biaya operasional. Proyek ini, menurutnya, sangat penting untuk menghindari risiko gangguan teknis yang dapat mengakibatkan downtime.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa sektor pengelolaan sampah semakin menunjukkan potensi besar untuk investasi. Proyek WtE, dengan total investasi sekitar Rp91 triliun, direncanakan dapat mengelola hingga 1.000 ton sampah per hari di 33 kota di seluruh Indonesia.

Dengan dukungan teknologi dan sistem yang tepat, diharapkan pengelolaan limbah dapat berkontribusi signifikan terhadap keberlanjutan energi dan lingkungan di Indonesia.

Baca Juga  Jadwal Liga Italia 2025/26: Pertandingan Sengit Inter vs AC Milan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *