Jackiecilley.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan pentingnya percepatan hilirisasi rumput laut di Indonesia. Hal ini bertujuan agar komoditas ini tidak hanya diekspor dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Pernyataan tersebut disampaikan Luhut dalam acara China Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026, yang berlangsung di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Denpasar, pada hari Minggu.
Luhut mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya kelautan, termasuk rumput laut, yang perlu dimanfaatkan melalui pengembangan industri pengolahan. Dia menggarisbawahi pengalaman hilirisasi nikel sebagai pelajaran penting dalam proses ini. Menurut Luhut, dukungan investasi dan teknologi merupakan aspek krusial dalam membangun ekosistem industri yang dapat memberikan nilai tambah bagi produk domestik.
Kerja sama dengan China juga dianggap strategis dalam memajukan sektor industri di Indonesia. Dalam dekade terakhir, nilai investasi China di Indonesia telah mencapai lebih dari 70 miliar dolar AS, dan Luhut menegaskan perlunya memperluas kerjasama ini agar mencakup sektor penelitian, inovasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Di forum yang sama, Luhut mengajak Universitas Tsinghua untuk membangun laboratorium bersama dan kolaborasi penelitian antara perguruan tinggi dan industri. Dia menekankan bahwa pengembangan penelitian diperlukan untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam, termasuk komoditas pertanian dan kelautan di Indonesia.
Melalui hilirisasi rumput laut, Luhut berharap Indonesia mampu meningkatkan pengolahan komoditas kelautan dan memperkuat kapasitas peneliti serta tenaga kerja di dalam negeri. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan manfaat ekonomi dari sumber daya maritim yang dimiliki Indonesia.