Jackiecilley.com – Kebanjiran di Jakarta Timur terjadi setelah hujan deras melanda wilayah tersebut sejak Rabu, 28 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu, 31 Januari 2026, masih terdapat lima Rukun Tetangga (RT) yang tergenang air.
Kepala BPBD DKI Jakarta menyebutkan bahwa genangan air ini merupakan dampak langsung dari intensitas hujan yang cukup tinggi dan juga menyebabkan status Waspada/Siaga 3 di beberapa pintu air dan pos pantau, termasuk Bendung Katulampa dan Pintu Air Manggarai.
BPBD DKI Jakarta juga telah mengambil langkah-langkah proaktif dengan mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah terdampak. Selain itu, berbagai unsur terkait seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat berkoordinasi untuk melakukan penyedotan air dan memastikan fungsi sistem drainase di daerah tersebut. Keberadaan lurah dan camat juga dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, termasuk mempersiapkan kebutuhan dasar bagi mereka yang terdampak.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air yang mungkin terjadi lagi di masa mendatang. Dalam keadaan darurat, mereka disarankan untuk menghubungi layanan darurat di nomor 112, yang beroperasi 24 jam.
Langkah-langkah cepat ini bertujuan untuk meminimalkan dampak dari cuaca ekstrem yang masih berlangsung dan memastikan keselamatan warga di Jakarta. Kegiatan bersih-bersih di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, yang dilakukan oleh warga, menjadi salah satu contoh respons masyarakat dalam menghadapi situasi ini.