Lahan Pertanian Bekasi Seluas 2.592 Hektare Mengalami Kekeringan

[original_title]

Jackiecilley.com – Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, saat ini menghadapi masalah serius terkait kekeringan, dengan sekitar 2.592 hektare lahan pertanian terpapar kekeringan akibat krisis air. Data ini disampaikan oleh Dodo Hadi Triwardoyo, Sub Koordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, pada Selasa. Proses pendataan terus dilakukan, mengingat kondisi ini dapat meluas seiring berlanjutnya musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga September 2026.

Kekeringan di areal persawahan disebabkan oleh kurangnya pasokan air dari saluran irigasi. Hal ini memaksa petani untuk melakukan panen lebih awal guna meminimalkan kerugian. Wilayah terdampak terutama berada di utara Kabupaten Bekasi, termasuk Kecamatan Pebayuran, Tambelang, Cabangbungin, Sukatani, dan Sukawangi, yang memiliki sawah berpola irigasi teknis yang mengalami penurunan pasokan air. Kecamatan di selatan seperti Serang Baru, Cibarusah, dan Bojongmangu juga terkena dampak serupa, dengan banyak hektare sawah bergantung pada curah hujan.

Untuk menghadapi dampak kekeringan, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi telah mengambil langkah mitigasi. Surat imbauan kepada petani telah diterbitkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan. Selain itu, pemerintah menyediakan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) sebagai bentuk perlindungan untuk 1.500 hektare lahan.

Dodo menyarankan petani di area dengan akses air terbatas untuk beralih ke tanaman hortikultura yang membutuhkan lebih sedikit air. Pemerintah juga berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk memperbaiki saluran irigasi guna menjaga produktivitas pertanian di tengah tantangan musim kemarau ini. Harapannya, langkah-langkah ini dapat mencegah meluasnya dampak kekeringan dan mendukung petani dalam mengelola lahan mereka secara optimal.

Baca Juga  Penghargaan untuk 39 Prajurit TNI atas Prestasi SEA Games 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *