KKP Cita 15.000 Hektare Tambak Aceh Berfungsi Kembali 2026

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pemulihan hingga 15.000 hektare tambak perikanan di Aceh hingga akhir 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat rehabilitasi kawasan yang terdampak bencana hidrologi, yang bertujuan untuk memulihkan produksi perikanan budi daya dan menggairahkan ekonomi masyarakat pesisir.

Sebagai langkah awal, Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha, dalam konferensi pers di Jakarta, menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk mengoperasikan sekitar 5.200 hektare tambak paling lambat bulan September 2026. Andy menambahkan bahwa setelah rehabilitasi, bantuan benih dan pakan akan disediakan agar petambak dapat segera melanjutkan budi daya.

Kerusakan yang dialami mencakup sekitar 30.000 hektare tambak di 16 kabupaten dan kota di Aceh akibat banjir besar yang terjadi pada akhir November 2025. Kabupaten Aceh Utara menjadi yang paling parah terdampak dengan lebih dari 10.000 hektare tambak rusak, diikuti oleh Kabupaten Bireuen dan Aceh Tamiang.

Selain perbaikan sekadar tambak, KKP juga mencatat bahwa hingga saat ini, 694 hektare tambak telah kembali beroperasi setelah dilakukan penebaran benih berbagai jenis ikan. Andy mengungkapkan optimisme terkait peningkatan luas tambak yang beroperasi seiring dengan kemajuan rehabilitasi di daerah terdampak.

Dalam konteks ini, KKP memastikan bahwa seluruh bantuan yang diberikan kepada petambak tidak dipungut biaya, serta menerapkan refocusing anggaran internal untuk mempercepat proses rehabilitasi. Petambak dari Pidie Jaya, Fazil, menyatakan bahwa bantuan tersebut sangat penting untuk memulai kembali usahanya dan percaya bisa melakukan panen dalam waktu tiga bulan ke depan.

Dengan rehabilitasi tambak yang dilakukan secara terencana, KKP berharap produktivitas budidaya di Aceh dapat pulih serta menggerakkan kembali ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak bencana. Sebagai dukungan tambahan, KKP telah menyalurkan sejumlah alat berat dan bantuan untuk sektor perikanan tangkap.

Baca Juga  Cuaca Hambat Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *