Jackiecilley.com – Keberhasilan Indonesia dalam menghentikan impor beras dinilai sebagai sebuah pencapaian luar biasa oleh Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini. Sebelumnya, kebutuhan beras nasional masih banyak dipenuhi melalui impor dari luar negeri. Dalam kunjungan kerjanya ke Kantor Perum Bulog Jakarta, Anggia menyatakan bahwa kondisi ini mencerminkan perubahan signifikan dalam tata kelola pangan di Indonesia.
Anggia menegaskan bahwa mulai tahun 2025, Indonesia tidak lagi melakukan impor beras. Namun, pada tahun 2024, diperkirakan masih ada impor sekitar 2 juta ton. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam mendukung penyerapan hasil produksi petani domestik. “Beras hasil produksi dalam negeri kini semakin mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa stok cadangan beras pemerintah di Bulog saat ini mencapai 4,7 juta ton. Jumlah ini mengalami penurunan dari sebelumnya 5,4 juta ton akibat distribusi yang dilakukan untuk berbagai program pangan pemerintah. Rizal menyatakan, “Stok beras yang ada di gudang telah banyak didistribusikan.”
Lebih lanjut, Indonesia telah mencapai swasembada untuk banyak komoditas pangan lainnya, termasuk jagung, gula konsumsi, dan daging ayam ras. Capaian ini dikatakan sebagai hasil kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, DPR, dan semua pihak terkait di sektor pertanian. Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, delapan dari sebelas komoditas strategis telah mencapai swasembada, menandakan peningkatan kemandirian pangan nasional yang signifikan.