Kenaikan Kepemilikan Nonresiden SRBI Dukung Penguatan Rupiah

[original_title]

Jackiecilley.com – Pada 15 Juni 2026, posisi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai Rp1.021,1 triliun, dengan kepemilikan nonresiden asing meningkat menjadi Rp238,1 triliun, setara dengan 23,3 persen dari total outstanding. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa peningkatan ini berkontribusi positif terhadap penguatan nilai tukar rupiah.

Menurut data yang tersedia, pada Rabu, 17 Juni 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat Rp17.730 per dolar AS, mengalami penguatan sebesar 0,76 persen dibanding akhir Mei 2026. Perry menambahkan bahwa kebijakan stabilisasi yang diimplementasikan bank sentral tersebut bertujuan untuk menanggulangi ketidakpastian global dan tingginya permintaan valuta asing di dalam negeri.

Sebagai bagian dari strategi, BI telah menaikkan suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan, yang bertujuan menarik investasi portofolio asing dan menjaga stabilitas nilai tukar. Dalam pengumuman lelang SRBI pada 17 Juni, suku bunga final yang ditawarkan ditetapkan sebesar 7,12 persen untuk tenor 6 bulan, 7,33 persen untuk 9 bulan, dan 7,59 persen untuk 12 bulan.

Perry juga menegaskan bahwa Bank Indonesia akan meningkatkan intervensi di pasar valuta asing melalui berbagai macam instrumen, termasuk transaksi spot dan swap dalam mata uang offshore. Selain itu, insentif pengurangan biaya hedging swap bagi investor asing sebesar 10 persen juga dipertimbangkan untuk menciptakan daya tarik investasi lebih lanjut.

Ke depan, BI optimis nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat, didukung oleh komitmen bank sentral dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif.

Baca Juga  Bezzecchi Catat Kemenangan Keempat di Musim Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *