Kemendukbangga Luncurkan Konsultasi untuk “Daycare” Bermasalah

[original_title]

Jackiecilley.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui BKKBN telah meluncurkan layanan aduan dan konsultasi untuk tempat penitipan anak (TPA) yang bermasalah. Layanan ini tersedia untuk masyarakat di berbagai daerah, terutama bagi mereka yang mungkin menghadapi situasi kritis terkait pengasuhan anak.

Kepala BKKBN, Wihaji, mengungkapkan bahwa aduan dapat disampaikan melalui tim pendamping keluarga (TPK), yang terdiri dari bidan, kader PKK, dan kader KB. Salah satu fokus utama mereka adalah melindungi keluarga berisiko stunting. Dalam program ini, Kemendukbangga memberikan wadah bagi masyarakat untuk mengajukan pertanyaan atau mengadukan adanya masalah di TPA.

Wihaji juga menekankan pentingnya memilih TPA yang memenuhi standar. Saat ini, terdapat 3.200 TPA yang sudah berada di bawah pengawasan Kemendukbangga, yang dilengkapi dengan pengasuh bersertifikat. Ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih TPA, menyusul insiden di Yogyakarta yang menunjukkan adanya TPA tidak berizin dan kasus penyalahgunaan.

Kepala BKKBN tersebut menyampaikan bahwa keberadaan TPA seharusnya menjadi solusi bagi permasalahan tenaga kerja, bukan sebaliknya. Dia juga mengungkapkan keprihatinan terhadap insiden di Daycare Little Aresha di Yogyakarta dan Daycare Baby Preneur di Banda Aceh. Insiden tersebut memicu perhatian luas dan menjadi evaluasi terhadap regulasi yang ada.

Sebagai tindak lanjut, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Kemendukbangga berkomitmen memperkuat perlindungan anak melalui TPK, dan memastikan bahwa generasi masa depan mendapatkan pendampingan yang memadai sejak dini.

Baca Juga  Amalan Malam Nisfu Syaban Menurut Empat Mazhab Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *