Jackiecilley.com – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa seseorang yang pernah terinfeksi campak umumnya tidak akan mengalami infeksi ulang. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyatakan bahwa infeksi campak memberikan kekebalan jangka panjang, bahkan seumur hidup. Dr. William J. Moss dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menjelaskan bahwa virus campak memicu respons imun yang tangguh, di mana tubuh membentuk antibodi spesifik untuk melawan virus jika terpapar kembali.
Namun, meski kekebalan ini umumnya bertahan lama, ada kemungkinan kecil untuk terinfeksi kembali, terutama pada individu dengan sistem imun lemah. CDC mencatat bahwa dalam kasus tertentu, seperti individu yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang optimal, reinfeksi dapat terjadi, meski jarang. Laporan medis juga menunjukkan adanya kasus campak dengan gejala ringan pada orang yang sudah memiliki kekebalan, meskipun kejadian ini sulit dideteksi.
Selain itu, efek jangka panjang dari campak dapat melemahkan sistem imun. Studi dalam jurnal Science menunjukkan bahwa campak dapat menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai immune amnesia, di mana sistem kekebalan tubuh kehilangan sebagian memori terhadap infeksi lain yang pernah dilawan, membuat individu lebih rentan terhadap penyakit lainnya setelah sembuh.
Vaksinasi tetap menjadi cara terbaik untuk melindungi diri. Meskipun imunisasi dari vaksin mungkin menurun seiring waktu, vaksin campak (MMR) tetap efektif dalam mencegah penyebaran virus. Oleh karena itu, pencegahan melalui vaksinasi dan menjaga daya tahan tubuh adalah langkah yang sangat penting untuk mengurangi risiko infeksi campak dan penyakit lainnya.