Jackiecilley.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pentingnya regulasi bongkar muat yang mendukung iklim investasi di dunia usaha. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Wilayah Kalimantan Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari, dalam suatu acara di Jakarta, Jumat. Menurutnya, regulasi yang jelas akan membuat para pelaku usaha merasa lebih nyaman dalam beroperasi.
Kadin mengadakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai pelaksanaan Ship to Ship (STS) Transfer di pelabuhan Indonesia. Diskusi ini mencakup berbagai dinamika yang terjadi di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan bongkar muat di lokasi STS, dan bagaimana hal tersebut memengaruhi operasional pelabuhan dan daya saing. Kadin menyatukan kementerian dan pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan konstruktif.
Andi menegaskan pentingnya dialog antara berbagai pihak untuk menyelesaikan masalah yang ada, serta menekankan usaha untuk menekan biaya logistik agar Indonesia lebih kompetitif, khususnya di sektor energi seperti batu bara di Kalimantan.
Dari sisi pemerintah, Asisten Deputi Organisasi dan Badan Hukum Kementerian Koperasi RI, Tri Aditya Putra, menegaskan pentingnya melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar diskusi menghasilkan masukan yang komprehensif. Hal yang sama diungkapkan oleh Direktur Bina Sistem Pengawasan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan RI, Yuli Adiratna, yang menekankan perlunya perlindungan bagi tenaga kerja bongkar muat.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia, Juswandi Kristanto, juga menekankan efisiensi dalam kegiatan bongkar muat untuk mengurangi waktu sandar kapal di pelabuhan. Waktu yang lebih singkat akan berkontribusi pada pengurangan biaya logistik, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi sektor usaha.