Jackiecilley.com – Iran menyatakan siap berperang jika Amerika Serikat (AS) ingin menguji opsi militernya. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa Tehran tidak takut terhadap ancaman tindakan militer yang diucapkan Presiden AS, Donald Trump. Hal ini terjadi di tengah protes nasional di Iran terkait masalah ekonomi yang meluas menjadi tuntutan perubahan sistemik.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera Arabic pada tanggal 12 Januari 2026, Araghchi menyatakan bahwa meskipun saluran komunikasi dengan AS masih terbuka, Iran siap menghadapi semua kemungkinan. Ia menekankan bahwa kemampuan militer Iran saat ini jauh lebih besar dibandingkan dengan situasi perang singkat pada Juni tahun lalu.
Pernyataan Araghchi ini muncul setelah Trump mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan opsi kuat untuk menanggapi tindakan keras Iran terhadap demonstran. Trump juga menyebutkan rencana untuk bernegosiasi mengenai program nuklir Iran, tetapi menyiratkan bahwa tindakan mungkin perlu diambil sebelum pertemuan tersebut terjadi.
Araghchi menegaskan, “Jika Washington ingin menguji opsi militer yang telah diuji sebelumnya, kami siap untuk itu.” Ia berharap bahwa AS akan memilih untuk berkomunikasi secara bijaksana melalui dialog, daripada mengambil tindakan miliiter yang dapat memperburuk situasi.
Dengan ketegangan yang meningkat antara kedua negara, pernyataan ini menyoroti kompleksitas hubungan diplomatik dan militer yang terus berkembang, serta dampaknya terhadap stabilitas regional.