Industri Pengolahan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 1,20 Persen

[original_title]

Jackiecilley.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa industri pengolahan atau manufaktur memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, yang tercatat sebesar 5,47 persen tahun ke tahun (yoy) pada triwulan III 2026. Dari angka tersebut, sebanyak 1,20 poin persentase dihasilkan oleh sektor ini, menurut Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada hari Kamis, Edy menjelaskan bahwa selain industri pengolahan, sektor perdagangan menyumbang 0,94 persen, konstruksi 0,62 persen, dan informasi serta komunikasi sebesar 0,49 persen. Pertumbuhan sektor industri pengolahan mencapai 5,87 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan keseluruhan ekonomi, didorong oleh permintaan domestik dan ekspor.

Di dalam subsektor industri pengolahan, industri makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 7,09 persen, didukung oleh lonjakan ekspor Crude Palm Kernel Oil (CPKO) dan pemanfaatan dalam negeri untuk biodiesel. Selain itu, industri kimia dan farmasi tumbuh 8,10 persen, sementara industri logam dasar mencatat pertumbuhan 9,94 persen, berkat peningkatan ekspor logam bukan ferrous.

Sektor perdagangan berhasil tumbuh 7,14 persen, didorong oleh peningkatan penjualan kendaraan bermotor dan barang industri pengolahan. Sektor konstruksi juga menunjukkan kinerja baik dengan pertumbuhan 6,42 persen, terutama berkat proyek infrastruktur dari pemerintah dan swasta.

Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi mengalami pertumbuhan 7,13 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas telekomunikasi dan transaksi digital. Data ini menunjukkan optimisme dalam pemulihan perekonomian, yang berhasil bertahan di tengah tantangan global yang ada.

Baca Juga  KPK Geledah Kediaman Kontraktor Adi Sumarta di Bengkulu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *