Indonesia Tegaskan Neutralitas Dalam Pengembangan AI Global

[original_title]

Jackiecilley.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Indonesia mengambil posisi netral dalam diskusi mengenai kecerdasan buatan (AI), tidak berpihak kepada China atau Amerika Serikat. Dalam sebuah konferensi pers di Shanghai pada 17 Juli, ia menyatakan bahwa AI merupakan alat teknologi yang bersifat netral, dan kedua negara tersebut memiliki pendekatan berbeda dalam pengembangan AI.

Indonesia baru saja menandatangani deklarasi pendirian Organisasi Kerja sama Kecerdasan Artifisial Global (WAICO), yang diinisiasi oleh China. Airlangga menjelaskan bahwa meski terlibat dalam inisiatif China, Indonesia juga aktif dalam pembicaraan tentang konsep “Pax Silica” yang digagas oleh Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa kedua inisiatif ini tidak saling bertentangan, tetapi memiliki fokus yang berbeda. WAICO berorientasi pada AI sebagai alat, sedangkan Pax Silica lebih luas mencakup ekosistem digital secara keseluruhan.

Kerja sama digital Indonesia dan AS juga telah diatur dalam perjanjian dagang yang disebut “Agreement on Reciprocal Trade.” Perjanjian ini memastikan Indonesia tidak mengenakan pajak diskriminatif terhadap layanan digital yang berasal dari AS, serta menjamin aliran data lintas batas dan keamanan siber. Airlangga menekankan pentingnya memperdalam kerjasama di bidang “Pax Silica” untuk manfaat bilateral.

Pax Silica, yang merupakan inisiatif dari Departemen Luar Negeri AS, bertujuan membangun konsensus keamanan ekonomi di antara negara-negara mitra untuk memajukan rantai pasokan yang aman dan inovatif. Di antara negara-negara yang terlibat dalam inisiatif ini terdapat Australia, India, dan Jepang. Selanjutnya, AS juga berencana meluncurkan Proyek Bantuan Kecerdasan Buatan Pax Silica baru untuk Panama.

Baca Juga  Sambut Tahun Kuda Api dengan Santapan Imlek Mewah di The Restaurant

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *