Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami konsolidasi pada perdagangan hari ini, Kamis, dengan penurunan sebesar 4,30 poin atau 0,05 persen, mencapai posisi 8.142,41 pada pukul 14.20 WIB. Pelaku pasar terus memperhatikan implementasi delapan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia, sesuai dengan analisa Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas.
Nico menjelaskan bahwa perhatian pasar semakin meningkat seiring aksi jual yang dipicu oleh isu transparansi yang diidentifikasi oleh penyedia indeks internasional. Hal ini membuat investor lebih selektif, terutama terhadap saham-saham berkapitalisasi kecil. Meskipun produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencatatkan pertumbuhan 5,39 persen year on year pada kuartal IV 2025, angka ini sedikit lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 5,01 persen, dan tumbuh dari pertumbuhan 5,04 persen di kuartal III 2025. Namun, data tahunan menunjukkan pertumbuhan PDB Indonesia hanya mencapai 5,11 persen, sedikit di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen.
Investor juga menunggu hasil resmi dari perundingan mengenai kesepakatan tarif resiprokal dengan Amerika Serikat yang saat ini telah rampung. Selain itu, kondisi bursa saham di kawasan Asia menunjukkan pelemahan, dengan aksi jual saham-saham teknologi yang mengganggu sentimen pasar global, ditambah dengan kekhawatiran atas valuasi yang tinggi dan potensi gangguan pada model bisnis tradisional.
Pada perdagangan sesi kedua di Bursa Efek Indonesia, frekuensi transaksi mencapai hampir 1.900.000, dengan total transaksi mencapai Rp13,43 triliun. Dalam konteks ini, terdapat 343 saham yang meningkat, sementara 335 saham mengalami penurunan, dan 141 saham lainnya tidak bergerak.