IHSG Menguat Seiring Kenaikan Bursa Saham Asia

[original_title]

Jackiecilley.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (25/3) ditutup menguat, sejalan dengan penguatan bursa saham di kawasan Asia. IHSG mengalami kenaikan sebesar 31,53 poin atau 0,53 persen menjadi 6.351,61. Namun, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan justru turun 1,22 poin atau 0,19 persen ke posisi 633,99.

Kenaikan IHSG didorong oleh penguatan di bursa Asia yang mengikuti tren positif dari bursa Wall Street. Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment di Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan ini didorong oleh laporan keuangan perusahaan yang optimis dan turunnya harga minyak mentah global. Selain itu, pasar juga memperhatikan potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai Selat Hormuz, yang dianggap bisa meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Dari segi domestik, kinerja pasar turut dipengaruhi oleh pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2026, meskipun secara tahunan menunjukkan penurunan. Perlambatan inflasi pada Juli 2026 juga memberikan sinyal positif di tengah tingginya volatilitas harga pangan.

Sesi perdagangan menunjukkan peningkatan pada sembilan sektor, di mana sektor properti melonjak sebesar 2,72 persen. Sementara itu, frekuensi perdagangan mencatat 2.316.000 kali transaksi dengan total nilai perdagangan mencapai Rp14,91 triliun. Sebanyak 422 saham mengalami kenaikan harga, 223 saham turun, dan 318 saham tidak bergerak.

Bursa saham regional Asia pun menunjukkan tren positif, dengan indeks Nikkei dan Kospi masing-masing menguat 3,60 persen dan 3,76 persen.

Baca Juga  Cirebon Tinjau Usulan Pembebasan Tunggakan PBB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *