IESR: Strategi Multijalur Kunci Percepatan 100 GW PLTS

[original_title]

Jackiecilley.com – Keberhasilan program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) memerlukan kepemimpinan yang solid dan penerapan strategi multijalur dari pemerintah Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, dalam konferensi yang berlangsung di Jakarta.

IESR menekankan pentingnya pendekatan multijalur untuk memastikan efektivitas program ini, yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan masyarakat. Fabby mengingatkan bahwa ketergantungan pada satu skema proyek atau sumber pembiayaan dapat menghambat pencapaian target. Ia menjelaskan, PLTS 100 GW harus diintegrasikan dengan berbagai inisiatif, seperti proyek berskala besar, penerapan PLTS atap, dedieselisasi, dan peningkatan akses listrik di desa-desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih.

Program pemerintah dalam pengembangan PLTS ini juga mencakup percepatan proyek PLTS atap untuk rumah tangga, komersial, dan industri, serta penggantian pembangkit fosil secara bertahap dengan solusi energi terbarukan. Fabby menekankan perlunya penghapusan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang belum dimulai konstruksinya. Upaya ini, jika dilakukan, dapat meningkatkan kapasitas kumulatif PLTS hingga mencapai 80 GW pada tahun 2030.

Namun, IESR mencatat bahwa untuk mencapai target 100 GW, perlu adanya tindakan lebih lanjut, termasuk kesiapan sistem, sumber daya manusia, serta keberlanjutan pembiayaan. Fabby mengingatkan bahwa implementasi harus tetap menjaga kualitas proyek, agar tujuan energi terbarukan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Baca Juga  Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Menjadi Rp2,645 Juta per Gram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *