Jackiecilley.com – Harga ekspor beras Indonesia ke Malaysia dipastikan akan lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang berlaku di dalam negeri. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat ditemui di Jakarta setelah acara pemotongan hewan kurban pada hari Jumat. Rizal menjelaskan bahwa penetapan harga ekspor mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya keuntungan bagi petani dan negara.
Rizal mengindikasikan bahwa harga ekspor beras bisa mencapai lebih dari Rp16.000 per kilogram, sebuah peningkatan dibandingkan penawaran sebelumnya. Rencana ekspor ini akan dibahas lebih lanjut dalam kunjungan ke Sarawak, Malaysia, yang direncanakan setelah Idul Adha. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan jumlah dan harga beras yang akan diekspor, serta skema perdagangan yang paling sesuai bagi kedua negara.
Dalam pembahasan teknis, Rizal akan mengeksplorasi mekanisme pengiriman, apakah melalui skema pelabuhan ke pelabuhan atau pembelian langsung di Pelabuhan Priok, Jakarta. Proses ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Sebelumnya, Presiden Prabowo sempat menyoroti pentingnya strategi ekspor dalam pidatonya di Nganjuk, Jawa Timur, dan meminta agar harga beras Indonesia tidak dijual terlalu murah. Bulog optimis bahwa ekspor beras ini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan pangan regional serta mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan perekonomian nasional. HET beras premium di Indonesia saat ini berkisar antara Rp14.900 hingga Rp15.800 per kilogram, tergantung wilayah.