Jackiecilley.com – Kemurkaan Allah SWT kepada seorang hamba tidak selalu terlihat melalui musibah atau ujian yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Dalam pandangan beberapa ulama, terdapat indikator yang dapat menunjukkan bahwa seseorang telah menjauh dari rahmat dan hidayah-Nya, di antaranya adalah hilangnya nikmat dalam beribadah. Hal ini sering kali tercermin ketika seseorang merasa nyaman melakukan maksiat tanpa merasa bersalah.
Dalam konteks ini, banyak ulama menekankan pentingnya introspeksi bagi individu yang merasa kehilangan kepekaan terhadap dosa. Salah satu bentuk ujian yang paling berat adalah ketika seorang hamba tidak lagi merasa bersalah atau menganggap tindakan maksiat sebagai hal yang biasa. Ini menandakan bahwa hamba tersebut mungkin sudah jauh dari tuntunan Ilahi.
Salah satu tanda konkret bahwa Allah SWT murka adalah hilangnya penerimaan dari orang-orang di sekitarnya. Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, jika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan memanggil Jibril dan memberitahukan cinta-Nya, sehingga Jibril dan penduduk langit memperlakukan hamba tersebut dengan penuh kasih. Sebaliknya, jika Allah membenci seorang hamba, kebencian itu akan menyebar sehingga hamba tersebut tidak lagi diterima di antara masyarakat.
Lebih lanjut, tanda lainnya yang perlu diwaspadai adalah kehilangan hidayah untuk bertaubat dan beribadah. Dalam hal ini, seseorang yang semakin menjauh dari ketaatan dan tidak memiliki keinginan untuk kembali kepada Allah perlu melakukan evaluasi atas diri dan perilakunya, agar tidak terjerumus semakin dalam pada jurang kemaksiatan. Kesadaran akan tanda-tanda kemarahan Allah ini bisa menjadi pendorong untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada-Nya.