El Nino Aktif, Indonesia Diprediksi Menghadapi Kemarau Panjang

[original_title]

Jackiecilley.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa fenomena El Nino diperkirakan akan aktif pada pertengahan tahun 2026, yang dapat mengakibatkan kemarau lebih kering dan panjang di berbagai wilayah Indonesia. Deputy Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa pemantauan hingga akhir Mei menunjukkan bahwa suhu muka laut di Samudra Pasifik telah melampaui ambang normal, yang menandakan penguatan El Nino.

Dalam konferensi pers pada 10 Juni, BMKG mengungkapkan bahwa fenomena ini diprediksi akan berlangsung hingga awal 2027, dengan kemungkinan intensitas mencapai kategori moderat sebanyak 98 persen dan kategori kuat sebesar 92 persen. Efek dari El Nino ini berpotensi mengurangi curah hujan selama musim kemarau dan memperpanjang durasi kemarau di sejumlah daerah.

Sebanyak 482 zona musim, atau sekitar 56,18 persen wilayah Indonesia, diperkirakan mengalami kondisi kemarau yang lebih kering dibandingkan biasanya. Sementara itu, hanya tujuh zona musim yang diharapkan memiliki curah hujan lebih tinggi dari normal. Lebih dari itu, BMKG mencatat bahwa 437 zona musim, atau 48,77 persen, akan mengalami masa kemarau yang lebih panjang dari rata-rata klimatologis periode 1991-2020.

Musim kemarau diprediksi akan datang lebih awal di beberapa wilayah, dengan 308 zona musim, atau 39,77 persen, mencatatkan awal kemarau yang lebih maju. Puncak dari kemarau ini diharapkan berlangsung pada Agustus 2026 di 369 zona musim, diantaranya Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah antisipatif, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan sektor pangan. Rekomendasi untuk sektor pertanian termasuk penyesuaian jadwal tanam dan penggunaan varietas padi yang tahan terhadap kekeringan. Upaya peningkatan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan juga diharapkan.

Baca Juga  Jakut Ciptakan Forum Anak untuk Libatkan Peran dalam Pembangunan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *