Jackiecilley.com – Realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) oleh Perum Bulog telah mencapai 4.115.014 ton setara beras, melebihi target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau pasokan beras di Gudang Bulog Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin lalu.
Ramdhani mengungkapkan bahwa meskipun ada ancaman dampak dari fenomena El Nino yang mempengaruhi produksi global, Indonesia masih mampu menjaga ketersediaan beras domestik. Dalam upaya menjaga stabilitas pasar, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan intervensi dengan memanfaatkan pasokan yang ada.
Sejak awal tahun, Bulog bersama pemangku kepentingan, termasuk Babinsa dan Babinkamtibmas, aktif menyerap hasil panen petani untuk menambah stok beras. Pada pertengahan September, total stok beras mencapai 5,4 juta ton, dan saat ini diperkirakan masih aman hingga pertengahan tahun depan dengan ketersediaan mencapai 4,5 juta ton.
Ramdhani menerangkan bahwa selain stok yang ada, Bulog juga mengantisipasi panen mendatang dengan estimasi hasil dari Kementerian Pertanian berkisar antara 9 hingga 10 juta ton akibat pengaruh El Nino. Dengan total kebutuhan pangan bulanan Indonesia sebesar 2,2 juta ton, dan total estimasi stok yang tersedia mencapai 24 juta ton, ramalan menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki cadangan cukup hingga Juli 2027.
Di masa depan, Ramdhani menegaskan bahwa puncak panen diperkirakan terjadi sekitar Maret atau April 2027, sehingga menciptakan keyakinan bagi masyarakat bahwa ketersediaan pangan tetap terjamin dan Indonesia dapat mencapai swasembada pangan berkelanjutan pada tahun 2026.