Jackiecilley.com – Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan kebijakan baru mengenai limit investasi saham untuk industri dana pensiun (dapen) dan sektor asuransi, yang kini ditetapkan menjadi 20 persen. Kebijakan ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam rapat bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Wisma Danantara, Jakarta, pada hari Jumat.
Airlangga menyatakan bahwa sebelumnya, batas investasi untuk kedua industri tersebut hanya 8 persen. Purbaya menjelaskan, peningkatan ini akan langsung diterapkan, tetapi dibatasi pada investasi pada saham-saham yang tidak berpotensi mengalami manipulasi, dengan fokus awal pada saham-saham yang terdaftar dalam indeks LQ45.
Menurut Purbaya, tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan likuiditas di pasar modal, yang diharapkan dapat memberikan “bahan bakar” lebih besar untuk pertumbuhan pasar. Dia juga menekankan pentingnya menghindari risiko yang berhubungan dengan saham-saham kecil yang tidak likuid dan rentan terhadap manipulasi pasar. Oleh karena itu, langkah ini diambil untuk mengendalikan volatilitas pasar yang berlebihan.
Kedua menteri juga membahas langkah strategis lainnya, termasuk percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia dan peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Semua langkah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan transparansi pasar modal serta melindungi seluruh investor.
Airlangga menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang terus memantau perkembangan pasar. Ia percaya bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, dilihat dari pergerakan positif pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup menguat pada hari yang sama, meskipun terdapat pelemahan pada bursa saham di kawasan Asia.