Arab Saudi Harus Akui Israel untuk Program Nuklirnya

[original_title]

Jackiecilley.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan syarat baru bagi Arab Saudi terkait program nuklir sipil. Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa Saudi harus mengakui keberadaan Israel sebagai timbal balik untuk mendapatkan bantuan dari AS dalam pengembangan program nuklir. Pernyataan ini disampaikan melalui akun Truth Social miliknya, yang menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bergantung pada Arab Saudi yang bergabung dengan Perjanjian Abraham.

Kondisi ini muncul setelah beberapa diskusi sebelumnya antara Trump dan para pemimpin Saudi. Sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa Trump telah membahas syarat ini dalam beberapa pertemuan dengan pemerintah Saudi. Leavitt menyatakan, “Jika mereka tidak bergabung dengan Perjanjian Abraham, kesepakatan itu batal. Kami akan melanjutkan diskusi dengan rekan-rekan Saudi kami ke depannya.”

Sementara itu, belum ada respons resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai pernyataan yang dikeluarkan oleh Trump. Selain itu, masih belum jelas apakah syarat tersebut tercantum dalam dokumen resmi kesepakatan nuklir yang belum dipublikasikan. Hal ini memunculkan kekhawatiran di kalangan para pakar mengenai risiko proliferasi nuklir di kawasan Timur Tengah yang sudah bergejolak.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat juga mengungkapkan kekhawatiran yang sama terkait potensi risiko tersebut. Meskipun demikian, Partai Republik yang merupakan partai Trump saat ini mengendalikan mayoritas suara di kongres, sehingga upaya untuk memblokir kesepakatan ini mungkin menemui kendala. Departemen Energi AS menyebut kesepakatan ini mencakup perjanjian kerja sama nuklir damai serta pengamanan bilateral, yang dianggap penting dalam konteks regional.

Baca Juga  Hana Saraswati Mengenang Gary Iskak dalam Film Lastri Arwah Kembang Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *