Pelita Penuntun Sudiasa Hadapi Stigma Skizofrenia

[original_title]

Jackiecilley.com – Di Pulau Dewata, pendar asap putih dan baunya yang khas semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi masyarakat Bali, terutama dalam persembahyangan. Salah satu inovasi dalam dunia dupa adalah “Arusaji”, hasil kolaborasi antara Rumah Berdaya Denpasar dan PT Pertamina Patra Niaga. Berbeda dari biasanya, dupa ini menawarkan aroma kopi sebagai varian baru yang memikat.

I Nyoman Sudiasa, seorang Koordinator di Rumah Berdaya Denpasar sekaligus penyintas skizofrenia, menjelaskan bahwa produk ini tidak hanya sekadar dupa. “Dupa ini membantu mengalihkan pikiran negatif,” ujarnya. Rumah Berdaya berperan penting dalam rehabilitasi psikososial bagi orang dengan skizofrenia (ODS). Nama “Arusaji” merupakan akronim dari Alumni Rumah Sakit Jiwa.

Desain kemasan dupa menampilkan lukisan Dewi Shinta dan Hanoman, yang merupakan ciri khas kebudayaan pewayangan, dan berkaitan erat dengan tema pembebasan dan pengharapan—hal yang relevan dengan pengalaman ODS dalam masyarakat. “Kami ingin menunjukkan kemampuan ODS untuk berkarya, mengikis stigma yang ada,” tambah Sudiasa.

Dupa Arusaji dijual dengan harga Rp15.000 per bungkus, yang berisi 60 batang dupa. Program ini dikenal dengan istilah “Skizopreneur”, mencerminkan semangat kewirausahaan penyintas skizofrenia untuk mandiri dan berdaya.

Meskipun cada batang dupa dapat diproduksi secara individu, Sudiasa dan timnya lebih memilih bekerja dalam kelompok untuk menciptakan suasana inklusif dan produktif. Sebanyak 10 hingga 12 orang dari 27 warga penyandang disabilitas mental di Rumah Berdaya terlibat aktif dalam proses produksi, yang tidak hanya menjadikan mereka produktif, tetapi juga memberikan harapan untuk membangun kemandirian ekonomi.

Baca Juga  Lucid Luncurkan Mobil Listrik Baru dengan Harga Bersahabat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *