Wamenko Pangan: Demplot PMAAS Sukabumi Hasilkan 10 Ton Padi

[original_title]

Jackiecilley.com – Demplot Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) yang terletak di Kota Sukabumi, Jawa Barat, diprediksi dapat menghasilkan 10 ton padi pada panen mendatang pada September 2026. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyatakan bahwa sistem pertanian modern ini berpotensi menjadi model unggulan untuk meningkatkan produktivitas padi, terutama dengan metode tanam yang lebih padat dibandingkan dengan pola konvensional.

PMAAS memiliki keunggulan dengan jumlah benih yang ditanam yang mencapai hingga 80 kilogram per hektare. Dalam penjelasannya, Hanif menyatakan perlunya evaluasi terhadap penerapan teknologi ini sebelum dikembangkan secara lebih luas. Demplot ini diharapkan dapat menjadi model utama apabila menunjukkan tingkat keberhasilan yang signifikan dalam produktivitas.

Hanif juga mengingatkan Pemerintah Kota Sukabumi untuk melakukan perhitungan kebutuhan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Hal ini penting untuk memastikan kecukupan pangan bagi penduduk berdasarkan kapasitas produksi dan kebutuhan konsumsi. Ia menekankan, peningkatan swasembada tidak hanya untuk padi tetapi juga untuk komoditas lain, melalui kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor usaha.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menambahkan bahwa teknologi dalam demplot PMAAS memungkinkan penebaran benih lebih cepat, dengan kapasitas 85 kilogram dalam waktu setengah hari untuk lahan satu hektare. Meski wilayah Kota Sukabumi terbatas, inovasi di sektor pertanian ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas serta memperkuat ketahanan pangan daerah. Saat ini, produktivitas padi di Sukabumi tercatat sekitar 6,7 ton per hektare, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang kira-kira mencapai 5,5 ton.

Baca Juga  Prabowo Pimpin Ziarah Nasional Hari Pahlawan di TMP Kalibata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *