Jackiecilley.com – Dalam upaya membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi dan berstandar internasional, Danantara, di bawah pimpinan COO Dony Oskaria, sedang mengimplementasikan serangkaian inisiatif strategis. Dony mengungkapkan harapannya agar pada 2028, semua posisi penting di perusahaan, termasuk direktur dan CEO, diisi oleh individu yang berkembang dari dalam organisasi, sebagai upaya memastikan keberlanjutan perusahaan.
Inisiatif ini mencakup penerapan Single Grading System dan Job Value untuk menyelaraskan penilaian serta pengelompokan jabatan di seluruh grup perusahaan. Selain itu, Danantara memperkenalkan Job Requirement dan Competency Matrix untuk dasar penempatan talenta yang lebih objektif. Dony menjelaskan pentingnya penempatan posisi berdasarkan kompetensi dan hasil asesmen yang tepat guna menghindari penempatan yang didasarkan pada preferensi pribadi.
Sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan, Danantara juga mendirikan Danantara Corporate University, yang bertujuan melatih sekitar 300 talenta unggulan di lingkungan BUMN. Peserta akan diberikan pelatihan standar kompetensi, kepemimpinan, dan soft skills yang seragam, untuk mempersiapkan calon pemimpin masa depan.
Dony menegaskan bahwa pembangunan talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO untuk memastikan kelanjutan transformasi perusahaan dan membangun fondasi bagi generasi pemimpin berikutnya. Menurutnya, transformasi BUMN bukan sekadar untuk meningkatkan kinerja saat ini, tetapi juga untuk membangun keberlanjutan jangka panjang.
Kepemimpinan yang kuat dinilai sebagai kunci untuk memastikan pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Menurut Dony, komitmen terhadap keberlanjutan perusahaan membedakan seorang CEO dari seorang manajer.