Tarif Trans Pakuan Non-Subsidi Bogor Diperkirakan Rp6.000-Rp7.000

[original_title]

Jackiecilley.com – Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, merencanakan tarif layanan Trans Pakuan dengan skema operasional mandiri berkisar antara Rp6.000 hingga Rp7.000 per perjalanan. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa kisaran tarif tersebut masih dalam tahap pembahasan sebagai persiapan pengoperasian dua koridor Trans Pakuan tanpa subsidi.

Dedie menyampaikan bahwa pemnevarian tarif dipertimbangkan berdasarkan “willingness to pay” masyarakat. Sementara itu, empat koridor lainnya akan tetap mendapatkan subsidi dengan tarif sekitar Rp4.000 per perjalanan. Untuk melayani enam koridor, Pemkot Bogor membutuhkan total 68 unit bus, namun saat ini baru memiliki 49 unit, sehingga diperlukan penambahan 19 bus.

Pengadaan tambahan armada sedang dipersiapkan, dengan rencana lelang dilakukan akhir tahun ini, agar operasional layanan dapat dimulai tanpa jeda pada awal Januari 2027. Dedie mengungkapkan komitmennya untuk memastikan tidak ada jeda dalam pelayanan bagi masyarakat.

Selain itu, Pemkot Bogor menargetkan uji coba operasional untuk Koridor 3 dan Koridor 4 dapat dimulai tahun ini, sebelum peluncuran penuh pada awal 2027 setelah pendanaan tersedia. Dalam pengembangan layanan Trans Pakuan, penataan angkutan kota juga akan dilakukan untuk berfungsi sebagai angkutan pengumpan menuju enam koridor bus. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan sistem transportasi umum yang lebih teratur, sekaligus mendukung pengurangan jumlah angkutan kota yang sudah berusia di atas 20 tahun, sesuai kebijakan pemkot.

Baca Juga  SAS Institute Ajak KPK dan Kejaksaan Bergerak Usai BGN Tutup Kemitraan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *