Jackiecilley.com – Permasalahan saldo miliaran rupiah yang ditahan di TikTok Shop menjadi sorotan, setelah sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melaporkan kepada Komisi VII DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII DPR, Evita Nursanty, menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil pengelola TikTok Shop untuk menjelaskan situasi ini, yang diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi pelaku UMKM.
Evita mengungkapkan bahwa Kementerian UMKM telah mengambil langkah untuk menanggapi masalah ini dan sudah menerima surat resmi dari TikTok Shop. Namun, surat balasan terkait pengaduan pelaku UMKM dirasa belum memadai. Menurutnya, perlu dilakukan pertemuan langsung dengan perwakilan TikTok agar semua pertanyaan dan kekhawatiran dapat terjawab secara langsung.
Dalam pertemuan tersebut, Evita mengharapkan pihak UMKM dapat menyiapkan data rinci mengenai dampak dari penahanan saldo yang terjadi. Dia juga menekankan bahwa TikTok Shop harus memberikan bukti konkret terkait klaim mereka tentang adanya praktik penjualan palsu oleh beberapa pelaku UMKM.
Salah satu pelaku UMKM, Asri, melaporkan bahwa saldo senilai Rp800 juta yang didapat dari penjualan di TikTok Shop ditahan sejak Januari 2023. Dana tersebut merupakan hasil penjualan yang sudah dikirimkan kepada pelanggan. Kondisi ini jelas memberi tekanan bagi pelaku UMKM yang bergantung pada arus kas dari platform digital.
Evita menyarankan agar data yang ada disampaikan kepada Kementerian UMKM untuk dipresentasikan saat pertemuan nanti, sehingga semua pihak bisa mendapatkan saluran komunikasi yang lebih terbuka dengan TikTok Shop. Masalah ini diharapkan dapat segera teratasi agar pelaku UMKM dapat melanjutkan usaha mereka tanpa hambatan.