Jackiecilley.com – Tentara Rusia dilatih secara diam-diam oleh China, dengan pelatihan berlangsung sekitar akhir tahun lalu. Menurut tiga badan intelijen Eropa yang melaporkan kepada Reuters, pelatihan ini melibatkan sekitar 200 personel militer Rusia dan beberapa di antaranya telah kembali ke Ukraina untuk berperang.
Meskipun China mengklaim sikap netral dalam konflik Ukraina yang dimulai sejak invasi Rusia pada 2022, keterlibatan mereka dalam pelatihan tentara Rusia menunjukkan intervensi yang lebih signifikan dari yang diperkirakan. Pelatihan ini berfokus pada penguasaan drone dan berlangsung di fasilitas militer di berbagai lokasi di China, termasuk Beijing dan Nanjing. Perjanjian mengenai pelatihan ini ditandatangani antara pejabat tinggi militer Rusia dan China pada bulan Juli 2025.
Kementerian pertahanan kedua negara belum memberikan tanggapan resmi terhadap laporan ini. Sementara itu, kementerian luar negeri China menegaskan bahwa mereka mempertahankan sikap objektif dalam krisis Ukraina dan berupaya mempromosikan pembicaraan perdamaian, menyatakan bahwa komunitas internasional seharusnya tidak menciptakan konfrontasi.
Situasi ini menarik perhatian negara-negara Eropa yang menganggap Rusia sebagai ancaman strategis. Banyak yang mengamati hubungan yang semakin dekat antara Rusia dan China, yang merupakan mitra dagang penting dan ekonomi terbesar kedua di dunia.
Sebelum invasi ke Ukraina, kedua negara telah menyepakati kemitraan strategis “tanpa batas” dan berencana menjalani latihan militer bersama. Keterlibatan China dengan Rusia di tengah situasi ini menunjukkan dinamika geopolitik yang kompleks dan tantangan baru bagi negara-negara Barat.