Wamenkes: 2,3 Juta Anak Indonesia Tak Terima Vaksin Sama Sekali

[original_title]

Jackiecilley.com – Indonesia menghadapi tantangan serius dalam upaya imunisasi, di mana sekitar 2,3 juta anak belum menerima dosis imunisasi dasar pada tahun 2025. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, dalam kunjungan ke Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa. Meskipun cakupan imunisasi nasional telah mencapai 80 persen, angka tersebut belum memenuhi syarat untuk mencapai kekebalan kelompok, yang seharusnya minimal 90 persen.

Munculnya kasus campak dan penyakit menular lainnya menunjukkan adanya celah dalam perlindungan imunisasi di masyarakat. Wamenkes Dante menyatakan bahwa tingginya angka anak kategori zero dose dipicu oleh informasi yang keliru yang diterima orang tua. Isu seputar vaksinasi, seperti tuduhan bahwa vaksin dapat menyebabkan autisme, telah membuat banyak orang tua ragu untuk mengizinkan anak-anak mereka diimunisasi.

Dante juga menjelaskan bahwa isu-isu terkait agama dan bahan-bahan vaksin, seperti tripsin babi dalam vaksin campak, sering kali menjadi hambatan. Namun, ia menekankan bahwa vaksin tersebut telah dimurnikan sehingga tidak mengandung unsur haram dan sudah dilegalisasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ia menekankan pentingnya peran komunitas, termasuk pos pelayanan terpadu (Posyandu) dan pemuka agama, untuk memberikan penjelasan yang tepat tentang keamanan dan kehalalan vaksin. Jika upaya imunisasi tidak dilakukan secara cepat, dapat berisiko timbulnya epidemi di masa depan.

Dante melaporkan kemajuan signifikan di Provinsi Jawa Barat, di mana jumlah anak zero dose berhasil dikurangi dari 102.000 menjadi 67.000 dalam satu tahun. Ia mengajak media massa untuk berperan aktif dalam mendukung edukasi imunisasi dan menanggulangi berita hoaks tentang kesehatan, untuk memastikan masa depan kesehatan anak-anak terjamin.

Baca Juga  Pemerintah Sangkal Tuduhan Monopoli dalam Sektor BBM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *