Auditor BPKP Temukan Kerugian Negara Rp1,5 Triliun dari Chromebook

Jackiecilley.com – Kerugian negara akibat pengadaan laptop berbasis Chromebook diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun. Angka tersebut hasil perhitungan selama tiga tahun, yaitu 2020 hingga 2022. Hal ini disampaikan oleh Dedy Nurmawan Susilo, Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Ketua Tim Penghitungan Kerugian Negara, saat bersaksi di ruang sidang kasus yang melibatkan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, pada Senin (13/4/2026).

Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum meminta Dedy untuk merinci besaran kerugian per tahunnya. Dedy menjelaskan, dari total kerugian Rp1,5 triliun, pihaknya dapat menguraikan kerugian yang terjadi pada masing-masing tahun anggaran. Pertanyaan tersebut menunjukkan kebutuhan akan transparansi dan akuntabilitas dalam kasus yang melawan hukum ini.

Kasus pengadaan Chromebook ini menjadi sorotan publik karena melibatkan dana negara yang cukup besar. Kerugian yang diakibatkan oleh proyek ini bukan hanya mempengaruhi keuangan negara, tetapi juga berdampak pada anggaran pendidikan di Indonesia. Pembelian perangkat tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan, namun hasilnya memunculkan berbagai pertanyaan mengenai pelaksanaan dan pengawasan anggaran.

Pihak BPKP diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai rincian kerugian dan langkah-langkah perbaikan yang harus diambil untuk mencegah kasus serupa terulang di masa depan. Penegakan hukum dalam kasus ini menjadi penting agar ada efek jera bagi siapapun yang terlibat dalam pengelolaan anggaran negara.

Dengan begitu, masyarakat diharapkan bisa lebih percaya terhadap pengelolaan keuangan publik dan mendukung upaya pemerintah dalam memperbaiki integritas sektor pendidikan di Indonesia.

Baca Juga  BI Kaltim Dukung Sinergi Investasi di Ibu Kota Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *