Jackiecilley.com – Fenomena cuaca panas diperkirakan akan melanda Malaysia mulai akhir Maret hingga Juni 2026. Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) mengungkapkan bahwa negara ini saat ini berada pada fase akhir Monsun Timur Laut (MTL), yang ditandai dengan penurunan curah hujan dan peningkatan suhu, terutama di wilayah utara dan pedalaman semenanjung.
Wakil Direktur Jenderal Operasi MetMalaysia, Ambun Dindang, menyatakan bahwa proyeksi berdasarkan model cuaca lokal dan internasional menunjukkan bahwa Malaysia akan mengalami kondisi cuaca lebih kering. Dindang menjelaskan, wilayah utara Semenanjung, termasuk Kedah, Bakal menghadapi cuaca panas lebih intensif, disebabkan oleh dampak geografis dan pola angin MTL yang mempengaruhi distribusi kelembapan.
Data terbaru mencatat bahwa tiga distrik di Kedah, termasuk Pokok Sena, Pendang, dan Baling, berada pada Level 2 gelombang panas. Sementara 16 wilayah lain di Semenanjung Malaysia, seperti Sik dan Kulim, berada pada Level 1. Gelombang panas Level 2 ditentukan ketika suhu maksimum berada dalam rentang 37 hingga 40 derajat Celsius selama tiga hari berturut-turut.
Pelaporan juga menyebutkan bahwa Pulau Sebatik di Tawau mengalami kekeringan yang berkepanjangan. Ketua Dewan Kota Tawau, Datuk Joseph Pang, menyatakan bahwa keputusan untuk mendeklarasikan status kekeringan diterbitkan setelah analisis situasi terkini. Pulau Sebatik merupakan wilayah yang terbagi antara Malaysia dan Indonesia.
Dengan adanya proyeksi cuaca ekstrem ini, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan selama periode panas ini.