Jackiecilley.com – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo, menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan wilayah di Jawa Tengah. Dalam audiensi virtual yang berlangsung pada Rabu, 25 Februari 2026, bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jateng, ia mengusulkan penyusunan policy brief sebagai alat strategis untuk mengembangkan kebijakan berbasis bukti.
Yusharto menjelaskan bahwa inovasi daerah harus menjadi bagian integral dalam kebijakan publik yang berkelanjutan. Ia menegaskan perlunya analisis yang tepat untuk melegitimasi inovasi dan memastikan implementasinya dapat memberikan solusi nyata terhadap berbagai masalah, baik yang saat ini dihadapi maupun tantangan di masa depan. Menurutnya, inovasi harus berfungsi sebagai responsif terhadap kondisi aktual dan tidak sekadar praktik baik yang bersifat sementara.
Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga mengungkapkan bahwa policy brief berperan sebagai penghubung antara invensi dan inovasi. Ia menyoroti pentingnya pengambilan keputusan yang berlandaskan pada data empiris dan bukti ilmiah, alih-alih pada intuisi atau kepentingan jangka pendek. Pendekatan yang tepat dalam penyusunan kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi risiko kegagalan dan meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
Melalui langkah-langkah ini, BSKDN berharap Pemprov Jateng dapat memperkuat kapasitas inovasi daerah yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Langkah ini diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga mempersiapkan daerah untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang.