Hampir 23 Juta Warga Afghanistan Memerlukan Bantuan 2025

[original_title]

Jackiecilley.com – Sekitar 22,9 juta orang di Afghanistan, termasuk hampir 12 juta anak-anak, memerlukan bantuan kemanusiaan yang mendesak, menurut laporan terbaru UNICEF. Angka ini mencerminkan hampir setengah dari total populasi negara tersebut dan diungkapkan dalam sesi laporan yang dirilis pada 16 Februari 2026.

Kondisi yang memicu krisis ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain guncangan iklim yang berkelanjutan, stagnasi ekonomi, serta meningkatnya angka pengangguran. Kombinasi tersebut telah memperburuk situasi kemanusiaan secara signifikan. Cuaca ekstrem, termasuk kekeringan dan banjir yang terus-menerus menghantam, memperparah kerentanan yang ada dan mengakibatkan akumulasi masalah kekurangan pangan. Hal ini juga menambah tekanan pada layanan publik yang sudah terbatas di berbagai kota dan desa di seluruh negeri.

UNICEF menggarisbawahi keterbatasan dana yang menghadang, terutama di sektor vital seperti air dan sanitasi, kesehatan, serta gizi. Dampak dari kekurangan pendanaan ini menganggu penyediaan layanan dasar dan menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kemungkinan gangguan pasokan bahan-bahan esensial yang diperlukan untuk menyelamatkan jiwa masyarakat.

Dengan situasi yang semakin memburuk ini, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas penanganan krisis dan memastikan keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak di Afghanistan. Keberadaan faktor-faktor eksternal dan internal yang saling berkaitan ini semakin menekankan pentingnya intervensi segera agar dampak lebih lanjut dapat diminimalisir.

Baca Juga  Turki Berharap Kembali ke Program Jet F-35 Namun Pertahankan S-400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *