Wamendagri Puji Pertumbuhan Ekonomi Stabil di Kepri

[original_title]

Jackiecilley.com – Realisasi pendapatan di Kepulauan Riau (Kepri) pada tahun 2025 mencatatkan angka 16,97 persen, menempatkan provinsi ini di urutan ke-10 secara nasional. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Kepri yang mencapai 7,89 persen di triwulan IV, menjadikannya sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam acara Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kepri 2027, Bima menyampaikan sambutan secara daring dari Jakarta dan mengatakan bahwa hasil ini perlu dipertahankan serta ditingkatkan.

Pencapaian ekonomi yang baik di Kepri, menurut Bima, didominasi oleh Kabupaten Anambas dengan kontribusi sebesar 17,36 persen. Namun, ia mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih belum merata, dengan Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Lingga masing-masing hanya tumbuh sebesar 3,31 persen dan 3,53 persen.

Meskipun demikian, Bima mencatat inflasi di Kepri terjaga di angka 3,54 persen, dan tingkat pengangguran terbuka menunjukkan penurunan yang positif dari 2020 sampai 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri juga mengalami peningkatan, mencapai 80,53 dan berada di peringkat ketiga setelah Jakarta dan Yogyakarta.

Bima menyoroti pentingnya realisasi belanja daerah yang masih rendah, sehingga perlu perhatian lebih dari pemerintah daerah. Ia mendorong kemandirian fiskal di daerah, mencatat bahwa pendapatan asli daerah (PAD) Kepri mencapai 54 persen, lebih tinggi dari dana transfer pusat yang sebesar 45 persen.

Menghadapi tantangan global, Bima menyatakan bahwa pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 7-8 persen hingga tahun 2029, berupaya agar Indonesia keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

Baca Juga  BMKG: Awan Tebal Selimuti Sebagian Jakarta pada Senin Pagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *