Jackiecilley.com – Sekolah Rakyat menjadi salah satu inisiatif dalam menjamin hak pendidikan anak-anak di Indonesia, terutama bagi anak-anak kurang mampu. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto yang melakukan kunjungan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat lalu. Dalam kunjungan itu, Mugiyanto berinteraksi langsung dengan siswa untuk menilai tingkat kenyamanan dan keamanan mereka selama belajar.
Mugiyanto menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya sebuah program pendidikan, melainkan representasi kehadiran negara yang bertujuan untuk melindungi hak anak. Menurutnya, semua anak berhak untuk merasa aman dan dihormati di lingkungan pendidikan. Dalam kegiatan monitoring tersebut, ia didampingi oleh Kepala Kanwil Kementerian HAM Jawa Tengah, Mustafa Beleng, untuk memastikan bahwa prinsip perlindungan hak asasi manusia dapat terlaksana di sekolah tersebut.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa fasilitas dasar di SRT 45, seperti asrama dan makanan, berjalan cukup baik. Namun, terdapat perhatian perlu diberikan pada aspek kesehatan, di mana sarana kesehatan dinilai kurang memadai dan beberapa siswa belum terlindungi oleh jaminan kesehatan. Mugiyanto menekankan bahwa hak atas pendidikan sangat berkaitan erat dengan hak atas kesehatan, sehingga kolaborasi antar kementerian dan pemerintah daerah menjadi hal yang sangat penting.
SRT 45 resmi beroperasi sejak 30 September 2025 dan saat ini menampung 100 siswa dari keluarga kurang mampu. Kepala SRT 45, Ridho Irwanto, mengungkapkan tantangan dalam merekrut siswa serta keterbatasan ruang untuk pengajar. Untuk saat ini, ruang perpustakaan dan laboratorium komputer digunakan sebagai alternatif ruangan kerja.