Safari Ramadan, KDM Lakukan Audit Terbuka APBD Bekasi

[original_title]

Jackiecilley.com – Dalam Safari Ramadan 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membahas pentingnya audit terbuka terhadap APBD Kabupaten Bekasi pada acara yang berlangsung di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan. Di acara ini, Dedi menyoroti sejumlah masalah pembangunan, termasuk proyek normalisasi sungai dan tata ruang yang dianggap tidak efektif, serta alokasi budget daerah 2026.

Dedi menekankan bahwa salah satu penyebab banjir berulang di Kabupaten Bekasi adalah praktik konversi lahan, di mana sawah diubah menjadi perumahan dan kawasan resapan hilang akibat pembangunan. “Gimana mungkin sungai dinormalisasi jika tanahnya sudah dikuasai? Banjir pasti jadi takdir,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia meminta Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk menjelaskan alokasi anggaran, di mana disebutkan total APBD Kabupaten Bekasi mencapai Rp7,7 triliun. Namun, Dedi mempertanyakan kebenaran alokasi tersebut dan menekankan pentingnya penggunaan anggaran secara tepat untuk mendukung pembangunan.

Informasi dari Sistem Informasi Keuangan Daerah mencatat bahwa pendapatan daerah sebesar Rp7,280 triliun, namun realisasi pendapatannya masih rendah, yaitu Rp352,68 miliar atau 4,84 persen. Belanja daerah yang direncanakan mencapai Rp7,703 triliun juga mengalami realisasi yang rendah.

Ia membeberkan alokasi untuk pembangunan infrastruktur jalan pada 2026, di mana Bappeda Kabupaten Bekasi menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp230 miliar telah disiapkan. Dedi menyampaikan harapannya agar distribusi anggaran ini dapat optimal untuk kepentingan masyarakat. Pada akhir acara, Dedi mengingatkan pemerintah daerah untuk tetap fokus dalam melayani masyarakat dengan lebih baik.

Baca Juga  Ketua Umum PPP Sebaiknya Dijabat Anggota Internal Partai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *