Rasulullah SAW Menggunakan Buraq dalam Perjalanan Ilahi

[original_title]

Jackiecilley.com – Perjalanan luar biasa Isra Mikraj yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam diyakini terjadi pada malam 27 Rajab, di mana beliau diperjalankan dengan Buraq. Kejadian ini merupakan salah satu mukjizat agung Nabi yang tertulis dalam Al-Qur’an, di mana Allah SWT menggambarkan perjalanan tersebut dalam Surah Al-Isra ayat 1. Melalui ayat ini, Allah menegaskan keagungan dan kekuasaan-Nya dengan memperjalankan Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa.

Peristiwa Isra Mikraj bukan hanya sekadar perjalanan fisik, melainkan juga spiritual. Waktu malam dipilih karena merupakan saat yang paling utama bagi hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan banyak tanda kebesaran Allah diperlihatkan kepada Nabi Muhammad selama perjalanan. Melalui pengalaman ini, Nabi Muhammad SAW menyaksikan berbagai keajaiban yang menegaskan kedudukannya serta meningkatkan iman umatnya.

Buraq sendiri adalah hewan istimewa yang menjadi kendaraan para Nabi. Diceritakan bahwa Buraq memiliki penampilan yang anggun, berwarna putih, dengan ukuran antara keledai dan baghal. Buraq memiliki sifat yang unik; langkahnya dapat menjangkau tempat yang sangat jauh dengan cepat, berkat adanya dua sayap yang membantunya.

Di dalam kisahnya, saat Rasulullah hendak menaiki Buraq, ada momen ketika hewan tersebut berontak. Namun, Malaikat Jibril menegur Buraq, menekankan kehormatan Nabi Muhammad dengan kalimat, “Tidakkah kau malu wahai Buraq!” Setelah itu, Buraq pun tenang dan bersedia mengantar Nabi dalam perjalanan yang tak terlupakan ini, menciptakan momen spiritual yang penting bagi umat Islam.

Baca Juga  Thailand Luncurkan Serangan ke Kamboja dengan Pesawat Tempur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *