Jackiecilley.com – Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Azhari, mendorong masyarakat untuk saling menghargai dan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan penetapan awal bulan Ramadhan. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa (17/2) saat Azhari menanggapi berbagai pandangan yang muncul terkait penetapan awal Ramadhan di daerah ini.
Azhari menekankan pentingnya saling menghormati meskipun terdapat variasi dalam cara penetapan awal bulan suci tersebut. Dalam tradisi masyarakat Aceh, ada beberapa metode berbeda yang digunakan untuk menentukan tanggal mulai berpuasa, yang bisa memunculkan perbedaan pandangan di kalangan warga. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan keretakan dalam ikatan persaudaraan di masyarakat.
Pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama disampaikan sejalan dengan semangat Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan toleransi. Azhari pun mengajak masyarakat untuk menggunakan momentum ini sebagai kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dan menghindari ketegangan yang mungkin timbul akibat perbedaan tersebut.
Perbedaan dalam penetapan awal bulan Ramadhan bukanlah hal baru, dan terjadi di berbagai wilayah. Namun, melalui dialog dan saling menghormati, diharapkan masyarakat Aceh dapat merayakan bulan suci tersebut dengan semangat penuh kebersamaan dan solidaritas.
Sebagai penutup, Azhari berharap masyarakat Aceh tetap menjaga nilai-nilai persaudaraan dan memahami bahwa meskipun memiliki perbedaan, tujuan utama dari ibadah adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperkuat hubungan antar sesama manusia.