Pusat Tekanan Rendah Terdeteksi di Selatan NTB Menurut BMKG

[original_title]

Jackiecilley.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan kemunculan pusat tekanan rendah di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena ini diperkirakan akan memicu cuaca ekstrem dalam beberapa hari mendatang. Kepala Stasiun Meteorologi BMKG NTB, Satria Topan Primadi, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang, serta gelombang laut mencapai dua meter.

Analisis dari BMKG menunjukkan bahwa pusat tekanan rendah berpotensi menyebabkan pembentukan awan hujan secara signifikan. Angin di wilayah NTB saat ini berhembus dari arah barat daya hingga barat laut, dengan kecepatan maksimum mencapai 35 kilometer per jam. Selain itu, suhu permukaan laut di perairan NTB berkisar antara 28 hingga 30 derajat Celsius.

Dinamika atmosfer lain yang berpengaruh adalah penguatan aliran massa udara dari Benua Asia yang meningkatkan pembentukan awan hujan di Indonesia bagian selatan. Monsun Asia yang semakin kuat juga mendorong kecepatan angin dari Laut China Selatan menuju Pulau Jawa, memperkuat daerah konvergensi di Pulau Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Kepala BMKG Pusat, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas bervariasi mulai dari sedang hingga sangat lebat di sepanjang Pulau Jawa serta Kepulauan Sunda Kecil. Ia juga menyarankan perlunya langkah-langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi akibat fenomena ini.

Baca Juga  Celta Vigo Tak Berdaya, Imbang Tanpa Gol Melawan Oviedo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *