Jackiecilley.com – Puluhan drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat senilai Rp5,6 triliun hancur di tangan Iran dalam konflik yang berlangsung. Informasi ini diperoleh dari dua pejabat AS yang menyatakan bahwa drone-drone tersebut ditembak jatuh menggunakan rudal Iran atau dihancurkan di darat akibat tembakan. Drone MQ-9 Reaper berfungsi ganda dalam misi pertempuran, yaitu sebagai alat pengawasan sekaligus sebagai peluncur rudal Hellfire yang dapat menyerang target dengan presisi tinggi.
Laporan mengenai kerugian signifikan ini juga diturunkan oleh media Press TV, mengindikasikan bahwa banyaknya kehilangan ini mencerminkan penyebaran aset-aset strategis selama perang. Wall Street Journal menjadi media pertama yang mengungkapkan kerugian drone ini, yang terjadi setelah serangkaian tindakan agresif terhadap Republik Islam Iran. Insiden tersebut berawal pada 28 Februari, yang menyebabkan meninggalnya Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta beberapa komandan militer senior.
Perang antara AS dan Iran telah menuai kritik luas, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, terkait dampak yang ditimbulkan. Konflik ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut, sekaligus menggarisbawahi pentingnya aset militer seperti drone dalam strategi pertahanan dan penyerangan. Kejadian ini dapat dianggap sebagai indikator akan dinamika konflik yang lebih luas di masa mendatang, dan menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana kedua negara akan merespons kerugian yang telah dialami.