Jackiecilley.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, mengundurkan diri dari posisinya di tengah turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir. Keputusan ini diambil menyusul langkah Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, yang juga memilih mundur sebelumnya.
Mahendra Siregar ditunjuk oleh Komisi XI DPR sebagai Ketua OJK untuk periode 2022-2027. Ia menggantikan Wimboh Santoso yang masa jabatannya berakhir pada tahun yang sama. Penunjukan Mahendra menunjukkan kepercayaan DPR terhadap pengalamannya dalam bidang ekonomi dan keuangan.
Dalam karirnya, Mahendra Siregar bukanlah sosok baru di dunia ekonomi. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman panjang dalam sejumlah posisi di pemerintahan dan sektor swasta. Sebelum menjabat sebagai Ketua OJK, Mahendra juga sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak 25 Oktober 2019 dan memiliki rekam jejak yang mencakup berbagai jabatan penting di kementerian dan lembaga lainnya.
Keberadaan Mahendra dalam posisi strategis di OJK sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengawasan sektor jasa keuangan, terutama di masa-masa sulit seperti saat ini. Dengan mundurnya Mahendra, tantangan besar kini dihadapi oleh OJK untuk menjaga stabilitas pasar, terutama ketika IHSG mengalami penurunan signifikan.
Penurunan IHSG yang berlangsung dalam dua hari terakhir turut menandakan kondisi pasar yang tidak stabil, dan keputusan Mundur Mahendra Siregar dapat menambah ketidakpastian di kalangan investor serta pelaku pasar lainnya. Kini, OJK perlu segera mengambil langkah strategis untuk menghadapi situasi ini agar bisa kembali meraih kepercayaan publik dan pasar.