Jackiecilley.com – Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 2025, lebih cepat dari target awal yang memprediksikan pencapaian dalam waktu empat tahun. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Perayaan Natal Nasional di Jakarta pada tanggal 5 Januari 2026. Mencapai swasembada beras menjadi salah satu pencapaian penting dalam ketahanan pangan nasional.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan tiga indikator utama yang menandai keberhasilan ini. Pertama, tidak adanya impor beras selama tahun 2025, yang menunjukkan bahwa kebutuhan beras nasional sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri. Ketut menambahkan bahwa sesuai dengan ketentuan FAO, Indonesia bisa dikatakan swasembada meskipun melakukan impor, asalkan tidak melebihi 10% dari kebutuhan.
Kedua, produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai lebih dari 34 juta ton, sementara konsumsi hanya sekitar 31 juta ton, menciptakan surplus sebesar 3 juta ton. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), surplus tersebut menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berpotensi untuk menyuplai lebih.
Ketiga, stok beras nasional, termasuk yang dikelola oleh Perum Bulog, berada pada angka tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 12,529 juta ton. Ketut menjelaskan bahwa distribusi beras ini baik di masyarakat maupun pedagang, sehingga ketahanan pangan Indonesia semakin terjamin.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan keyakinannya bahwa stok beras akan tetap aman tanpa perlu melakukan impor ke depannya. Amran juga menambahkan bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi harga yang merugikan konsumen.