Jackiecilley.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan strategi baru pemerintah yang mencakup penerapan kebijakan bahan bakar mandatori E10 dan E20. Kebijakan ini dianggap dapat mengurangi kebutuhan impor bahan bakar hingga 9 juta kiloliter. Dalam penjelasannya, Bahlil menekankan pentingnya pengalihan ke energi terbarukan dan pemanfaatan sumber daya lokal untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.
Strategi ini juga mencakup reformasi dalam distribusi dan pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP), di mana pemerintah akan memprioritaskan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah dalam pengelolaan sumber daya tambang. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Bahlil menyampaikan hal ini dalam sebuah forum di Jakarta pada tanggal yang tidak disebutkan, di mana ia menjelaskan pentingnya mengurangi biaya impor untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Ia menegaskan bahwa dengan memanfaatkan energi dari dalam negeri, Indonesia dapat mencapai kemandirian energi serta meningkatkan kontribusi UMKM dalam sektor pertambangan.
Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menghadapi tantangan energi dan lingkungan, serta memaksimalkan potensi sumber daya alam yang ada. Dengan dukungan kebijakan yang jelas, diharapkan implementasi E10 dan E20 bisa berjalan lancar, memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan.
Pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan UMKM dalam proyek-proyek ini diharapkan dapat memperkuat perekonomian lokal dan menciptakan sinergi positif antara sektor energi dan pertambangan.