Jackiecilley.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen untuk mencapai swasembada beras di Indonesia meskipun mengalami tantangan kesehatan. Dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Karawang, Jawa Barat, Amran menyampaikan bahwa target swasembada yang dipercepat dari empat tahun menjadi satu tahun merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama jajaran Kementerian Pertanian dan pemangku kepentingan lainnya.
Amran menggambarkan perjuangan luar biasa dalam mengejar target tersebut, bahkan sampai mengalami vertigo. Namun, ia merasa kesehatan semakin pulih berkat dukungan tim dan kolaborasi dari berbagai pihak. “Keberhasilan ini bukan hanya kerja individu, tetapi hasil kolaborasi antara kementerian dan sektor terkait,” ungkap Amran. Dalam acara tersebut, turut hadir Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri dan pejabat lainnya.
Menurut Badan Pusat Statistik, produksi beras diprediksi mencapai 34,71 juta ton pada 2025, melebihi kebutuhan domestik tahunan yang sekitar 30-31 juta ton. Pengadaan beras tahun 2025 juga diperkirakan menjadi yang terbesar dalam sejarah oleh Perum Bulog melalui pembelian gabah langsung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Cadangan beras pemerintah saat ini berjumlah sekitar 3,25 juta ton.
Keberhasilan swasembada pangan mencerminkan stabilitas pasokan dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai tukar petani. Selain itu, terbitnya Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri Pertanian yang menyederhanakan regulasi diharapkan dapat mempercepat akses petani terhadap pupuk bersubsidi.
Dengan penurunan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, terdapat harapan untuk mendorong produktivitas pertanian nasional dan meningkatkan daya saingGlobal di sektor pertanian.